Protes Gaya Tempe

 

Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Saking besarnya kita sudah dapat membuat pesawat, bahkan anak-anak kita sudah pandai merakit mobil dan pesawat kecil. Pastilah ibu pertiwi kita bangga.
Makanan ala western sudah menjadi gaya hidup dan kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia. Hebat !
Cukuplah kamu bermimpi! Begitulah kira-kira Tempe dan Tahu berkata. Disisi lain, ternyata betapa kita merasa kehilangan makanan khas kita, yang dulunya orang bilang, makanan tersebut adalah makanan orang pinggiran. Benarkah?

TIDAK..!Tak terbantahkan lagi tempe adalah makanan favorit bagi orang Indonesia, mulai dari rakyat gembel sampai istana.
Gizinya tinggi, mudah dibuat tapi tak pernah dipikirkan serius bagaimana mencukupi sendiri bahan bakunya.
Kita memang tidak pernah belajar. Sebanyak 200 juta rakyat suka makan tempe tapi seumur bangsa ini pula kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe selalu diimpor karena tak bisa dicukupi sendiri.
Bukan hanya tempe, tapi jagung, beras, gula, terigu, daging, ikan, buah-buahan dan sejumlah bahan pangan lain juga masih mengandalkan pada negara asing. Bahkan tekstil yang menjadi primadona ekspor, kapasnya juga diimpor dari Amerika Serikat. Padahal kita punya jutaan hektar lahan kosong.
Selama ini kebutuhan kedelai untuk pembuatan tempe dan tahu sekitar 2,2 juta ton/tahun. Produksi nasional hanya 800.000 ton, jadi hampir dua pertiganya masih diimpor.
TERNYATA..ada baiknya proses gaya tempe menyadarkan kita bahwa, makanan khas kitapun HARUS DIIMPORT..Hebat bukan? Padahal pakar kedelai dari Inggris, Jonathan Agranoff menegaskan, kedelai yang tumbuh di Indonesia Lebih berkualitas dari kedelai yang ada di luar negeri.

"Kedelai lokal jauh lebih bagus dari kedelai impor. Sebenarnya kedelai impor itu rekayasa genetika dari kedelai lokal Indonesia," ujar Jonathan dalam dialog Polemik bertajuk 'Memble Tanpa Tempe' yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2012) seperti yang dilansir beberapa media online.

APAKAH YANG DAPAT KITA LAKUKAN BRO? Ternyata sektor PERTANIAN dan KEHUTANAN yang berbasis teknologi (kalo mau) HARUS MENJADI Perhatian kita bersama. Kalo tidak, kita akan dimakan oleh negara-negara pengimport..mau?
Protes Gaya Tempe 4.5 5 Agus Mincom Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Saking besarnya kita sudah dapat membuat pesawat, bahkan anak-anak kita sudah pandai merakit mobil dan...


5 komentar:

  1. kita bangun dulu KeBANGGAan sebagai petani

    BalasHapus
  2. setujuuuuuu !!!!!! Kita jadikan gerakan kebanggaan petani nasional..

    BalasHapus
  3. sebagian besar pengelola negara bermental tempe

    BalasHapus
  4. bearti mental pengelola negara bahan dasarnya diimport dr USA ya? wah bahaya..!

    BalasHapus
  5. sekarang mental tempe lebih bagus dari pada mental burger

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.