Ungkapan Bahasa Banjar

 

Bahasa Banjar yang merupakan rumpun Bahasa Melayu banyak memiliki ungkapan-ungkapan yang sekarang sudah jarang digunakan, bahkan banyak yang tidak mengerti apa maksudnya.  Berikut beberapa ungkapan dalam Bahasa Banjar yang bisa kita inventaris, semoga masih bisa dilestarikan:
  1. Amin dulat = jera atau kapok
  2. Bahuma di pasar = beras yang dimasak bukan hasil sawah sendiri, tapi beli di pasar
  3. Balang kambingan = orang yang kadang sembahyang, kadang tidak
  4. Baliur dua = suatu keinginan wanita yang baru hamil, biasanya mengenai makanan, kue, atau buah
  5. Balu pinang = janda yang masih muda dan belum punya anak
  6. Batajak sarubung = mau melaksanakan perkawinan
  7. Batalinga rinjing = tidak memperdulikan panggilan atau nasehat
  8. Batapung tali salawar = gerakan penghematan dari segala bidang bisa jadi merupakan penurunan gaya hidup karena kebangkrutan
  9. Bulu landau = wilayah kerja atau daerah jelajah alias kawasan edar
  10. Batukul dahi = rasa malu akibat perbuatan atau perkataan sendiri.
  11. Buruk sikuan = berdusta atau meminta kembali apa yang sudah diberikan
  12. Calungap sandukan = menyahut asal-asalan 
  13. Dibawa malenggang ditinggal manukun = sikap atau perilaku seseorang yang mau menang sendiri dan tidak bisa bersosialisasi
  14. Dikumpa bakancang = makin dipuji makin senang
  15. Guguring hayam = tidur yang tidak nyenyak
  16. Hahawar ambun = istilah bagi anak muda yang suka begadang
  17. Hancur liur = sesuatu yang menggiurkan tetapi tidak terjangkau
  18. Kacil mungil sasak di lawang = sebutan atau sindirian untuk orang yang gemuk
  19. Kada balampu = istilah secara kasar, artinya "kurang akal"
  20. Kancur jariangau = memiliki hubungan kekerabatan namun sulit dijelaskan karena cukup jauh atau rumit. bisa jadi bukan hubungan darah namun perkawinan
  21. Kalat mata = mengantuk level utama
  22. Kantut samut = menakut-nakuti dengan suatu cerita bohong yang biasanya ditujukan kepada anak-anak kecil sehingga anak tersebut tidak lagi menangis dan akhirnya senang
  23. Kapala ahui = gelar pimpinan bagi sekelompok orang yang bergotong royong, atau sebaliknya sebagai gelar bagi pimpinan kelompok yang berbuat kejahatan
  24. Kurihing simpak = senyum yang dipaksakan
  25. Liur baungan = mata keranjan
  26. Mahadang buah bungur = penantian yang sia-sia
  27. Malumu tunjuk = sesuatu usaha yang diharap mendapatkan keuntungan hasilnya sia-sia
  28. Mamanis kasai = pemberian yang tidak begitu berarti, cuma sebagai rasa simpati saja
  29. Mambasuh siku = sindiran dengan maksud agar segera berwudhu
  30. Mambuang parangai = tanda-tanda mau meninggal
  31. Manis dagingan = istilah sial pada diri yang sering didapat seperti luka, jatuh, dsb.
  32. Pagat runtian = putusnya hubungan atau keneksi secara pelan satu satu.
  33. Pitung rajab = sesuatu yang diharap tak mungkin terwujud walau ditunggu dalam waktu yang lama
  34. Puntal kadut = keseluruhannya dijadikan satu biaya keuangan
  35. Rahat kumaruk = istilah selera makan yang luar biasa setelah sembuh dari sakit
  36. Rumah niranda = sebutan bagi rumah tua dan kecil seperti pondok hutan
  37. Rumpak haruanan = sifat seseorang yang kadang tidak menentu, kadang baik, kadang marah-marah
  38. Sakacak maling = pinggang yang sangat ramping
  39. Sakali samustawa = kejadian sangat jarang sekali seumur hidup
  40. Sambut saluangan = suka mengikuti atau memotong pembicaraan orang lain
  41. Samuak saliur = setia kawan
  42. Sapamatuk sapangikih = hari ini dapat rezeki, hari ini juga habis
  43. Sapanjadi = sekaligus jadi
  44. Sasak hampadal = pemberani, tak takut mati
  45. Satangah tu uh = usia 50 tahun ke atas
  46. Surung Kupak = bergantian menebak suatu pertanyaan
  47. Susugih warik = banyak dapat uang tetapi cepat juga habis
  48. Tadundum = pertemuan yang tak terelakan dan tidak direncanakan namun bisa jadi tidak diharapkan salah satu pihak
  49. Talanggar dauh = ketika orang sholat maghrib, kita masih menyelesaikan atau membicarakan sesuatu
  50. Talinga rinjingan = mendengar tapi tidak memperhatikan 
  51. Tapiasat = terpaksa namun kemudian menjadi keberuntungan dan disyukuri atau disyukuri yang menjadi keberuntungan kemudiannya
  52. Tasimbat tali gasing = terlibat urusan yang bukan kepentingan kita
  53. Tatarang upih = maksud yang dibicarakan tidak tahu, tidak jelas, mengerti sedikit saja
  54. Tinjau gunungan = cantik/elok dilihat dari jauh saja
  55. Tuli biruangan = kadang mendengar, kadang tidak
  56. Unggut samuning = mengangguk, tapi terpaksa
 ungkapan bahasa banjar
Ungkapan Bahasa Banjar 4.5 5 eer 86 Bahasa Banjar yang merupakan rumpun Bahasa Melayu banyak memiliki ungkapan-ungkapan yang sekarang sudah jarang digunakan, bahkan banyak yan...


26 komentar:

  1. saloute, mohon ijin menambahkan, Boleh???

    BalasHapus
  2. Calungap sandukan sejenis sambut saluangan

    BalasHapus
  3. tadundum adalah bertemu tak terelakan dan tidak direncanakan namun bisa jadi tidak diharapkan salah satu pihak.

    BalasHapus
  4. pagat runtian adalah putusnya hubungan atau keneksi secara pelan satu satu.

    BalasHapus
  5. Batapung tali salawat adalah gerakan penghematan dari segala bidang bisa jadi merupakan penurunan gaya hidup karena kebangkrutan

    BalasHapus
  6. Bata puing tali salawar maksudnya, demikian

    BalasHapus
  7. BATAPUNG TALI SALAWAR nah ini baru penulisannya benar

    BalasHapus
  8. dibawa malenggang ditinggal manukun adalah gambaran sikap, perilaku seseorang yang mau menang sendiri dan tidak bisa bersosialisasi

    BalasHapus
  9. kancur jariangau adalah memiliki hubungan kekerabatan namun sulit dijelaskan karena cukup jauh atau rumit. bisa jadi bukan hubungan darah namun perkawinan

    BalasHapus
  10. Sakali samustawa adalah kejadian sangat jarang sekali seumur hidup. (judul salah satu artikel di blog kita ini)

    BalasHapus
  11. bulu landau, dalam kalimat " Banjarbaru bulu landau ku" adalah mengatakan wilayah kerja atau daerah jelajah alias kawasan edar. Dan menguasai

    BalasHapus
  12. mantap, kada katangkisan kawan, sip

    BalasHapus
  13. tinjau gunungan adalah dari jauh bungas mun sudah parak biasa bangat

    BalasHapus
  14. Kalat mata adalah mengantuk level utama

    BalasHapus
  15. Rasi buat tali gasing adalah terlibat urusan yang bukan kepentingan kita (HM Zaini Mahdi Binuang, Maret 2015)

    BalasHapus
  16. maaf " rasi buat " seharusnya tasimbat. demikian diperbaiki menjadi tasimbat tali gasing

    BalasHapus
  17. hancur liur sejenis mengiurkan dan tak memungkinkan untuk didapat

    BalasHapus
  18. Batu kuil dahi sebagai malu akibat perbuatan atau perkataan sendiri

    BalasHapus
  19. Tapiasat adalah terpaksa namun kemudian menjadi keberuntungan dan disyukuri atau disyukuri yang menjadi keberuntungan kemudiannya

    BalasHapus
  20. menambahkan sabuting nah: SAPAN JADI, artinya sekaligus ja

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.