Hewan Penanda (Pengantar)

 

Hewan Penanda
Kehidupan liar hampir pasti membentuk hewan ini mengeluarkan segenap kemampuannya. Kemampuan ini biasa juga disebut indera  keenam. Maka boleh kita beri batasan bahwa hewan penanda kita ini adalah hewan bukan peliharaan. Hewan liar yang hidup bebas lalu perilakunya kemudian dipahami oleh manusia sebagai tanda atau peringatan umumnya untuk adanya kejadian alam yang luar biasa seperti bencana alam tsunami atau meletusnya Gunung berapi, banjir dan lainnya.
Kita cukilkan cerita tentang kehebatan insting hewan telah mampu menyelamatkan ribuan nyawa manusia. " Tempat kejadian adalah di Pulau Makiyan -  pulau kecil di Maluku Utara yang terkenal sebagai penghasil cengkeh, pala, dan kenari. Kesuburan pulau ini dikarenakan tanahnya yang berasal dari letusan gunung berapi, yaitu Gunung Kiebesi. Gunung ini pernah  meletus dahsyat pada tahun 1760, yang menelan korban jiwa sekitar 2000 orang. Kemudian meletus kembali pada tahun 1988, namun  tanpa  korban jiwa manusia - zerro.  Padahal letusan tersebut telah melenyapkan puluhan desa serta ratusan hektar kebun cengkeh, pala, dan sebagainya. Ternyata, hal ini dikarenakan penduduk pulau tersebut telah lebih dulu mengungsi, ketika gunung itu baru mengeluarkan asap.

Gunung berapi sejatinya  memang selalu mengeluarkan asap dan masyarakat telah terbiasa dengan itu. Namun, keyakinan mereka akan terjadinya bencana alam muncul ketika melihat naiknya ikan-ikan di sekitar pantai dalam jumlah yang sangat besar, dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, mereka juga melihat banyaknya babi yang keluar dari hutan, hingga mendekat ke kampung-kampung.
Karena itu, mereka memahami  bahwa ini merupakan pertanda bahaya. Benar, tak lama kemudian, gunung Kiebesi meletus dahsyat.
Cerita lain dari Pakar hewan lainnya, Clive Walker, yang telah menulis beberapa buku tentang kehidupan satwa liar di Afrika, juga mepercayai adanya indera keenam atau insting tajam pada hewan. Ia berkata, "Satwa liar tampaknya bisa mengetahui fenomena yang akan terjadi, terutama burung-burung. Banyak laporan yang menyatakan bahwa burung-burung berhasil mendeteksi bencana alam yang akan terjadi."
Mekanisme Kerja insting atawa indera keenam ini mungkin mudah dipahami mengikuti uraian Mr.Debby Melt,pengurus Cagar Harimau Liar di Pulau Sumatera yang berpendapat bahwa hewan liar sangat peka terhadap bencana alam. Indera dengar binatang sangat peka. Mereka sangat mungkin lebih dulu merasakan akan terjadinya tsunami. Selain itu, getaran yang ditimbulkan oleh tsunami dapat mengakibatkan perubahan tekanan udara, sedangkan perubahan tekanan udara bisa memberikan peringatan dini, dan mengingatkan binatang untuk pindah ke tempat yang aman.
Kita akan perkenalkan Hewan Penanda ini, maaf sekali lagi dalam bentuk tulisan bersambung; mulai dari hewan yang ceritanya membudaya di Kalimantan Selatan.
Oh ya biar imbang mohon berkenan mengikuti kutipan lainnya "Kita banyak dihadapkan dengan banyak lelucon. Hewan bereaksi terhadap begitu banyak hal, seperti rasa lapar, mempertahankan wilayah mereka, kawin dan menghadapi predator. Jadi sulit untuk menjadikan itu (perilaku aneh hewan) sebagai peringatan dini gempa," ujarnya seperti dilansir National Geographic. Demikian menurut Ahli Geofisika asal United State Geological Survey (USGS), Andy Michael  yang mengaku tidak percaya dengan fenomena tersebut.
Hewan Penanda (Pengantar) 4.5 5 Ahmad Faisal Hewan Penanda Kehidupan liar hampir pasti membentuk hewan ini mengeluarkan segenap kemampuannya. Kemampuan ini biasa juga disebut inde...


5 komentar:

  1. nah... mantap. label hanyar siap

    BalasHapus
  2. atau sub label aja, pian ahlinya

    BalasHapus
  3. Alya, blog-nya ayo ditulis, minta bahannya lawan abah

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.