YANG (hanya) ADA di MARTAPURA

 

MAGELI adalah makanan gurih yang disebut sebut juga berasal dari jazirah Arab. Biasa disantap sebagai lauk pada Ketupat Betumis, Lapat, dan Pundut Nasi.
Perkenan kami memperkenalkan satu lagi kekhasan yang mengarah pada keistimewaan Martapura. Sebuah kota yang dengan gagah dapat disebut sebagai Kota Santri. Pondok Pesantren di jantung kota Martapura cukup untuk mewakilinya dengan tanpa bermaksud mengabaikan yang lainnya. Pondok Itu dikenal dengan nama DARUSSALAM. Ribuan Santri (wati-dan wan) bahkan empat atau tiga tahun yang lalu ditambah dengan ratusan santri dewasa dalam program khusus, maka tidak kurang dari 10 ribu santri ada di Pondok Pesantren DARUSSALAM ini.
Mungkinkah kota Serambi Mekkah ini menjadi lebih lengkap keunikan dan kedekatannya dengan suasana Arabia salah satunya oleh MAGELI.
Dibuat dari bahan utama Kacang Nagara yang ditumbuk – (sekarang diblender) lalu dicampur bumbu seperti bawang merah – putih serta penyedap lain seperti sedikit lada atau ketumbar dan garam agar gurih. Sebagai pengikat disertakan telur dan supaya lebih ekonomis sedikit tepung (beras-kanji atau gandum?). Adonan seperti pergedel jagung ini selanjutnya digoreng kering. Maka siap disajikan.
Selain hanya ada di Martapura, keunikan lain adalah ukuran Mageli ini relative kecil. Sehingga dapat masuk ke mulut orang dewasa tanpa harus memotongnya. Ini hanya perbandingan bukan saran cara menikmatinya.
Kacang nagara atau kacang putih merupakan komoditas kacang-kacangan lahan lebak, nama lain adalah kacang tunggak (Vigna unguiculata). Kandungan gizi kacang tunggak cukup baik dengan kandungan lemaknya rendah (1,4%), sedangkan kandungan proteinnya sebesar 22% dan karbohidrat 59,1% (Utomo dan Antarlina, 1998). Ciri kacang nagara adalah kulit bijinya putih. Pemanfaatan kacang nagara oleh masyarakat Kalimantan pada umumnya sebagai campuran lauk dan industri kacang goreng kupas kulit. Peningkatan pemanfaatan kacang nagara ini dapat dilakukan melalui pengembangan cara tradisional seperti pada biji kedelai, maupun pengembangan bahan pangan baru.
Nah sejarah Mageli ini ternyata juga berkaitan dengan Kesultanan Banjar. Penulis secara tidak sengaja menguping dari para Pangeran yang sedang rapat peringatan Milad Sultan Adam pada awal minggu kedua Februari 2013.
Pangeran Husin berkata " Ada permintaan jangan ketinggalan MAGELI" mungkin sebagai bagian dari  kue kue tradisional saat upacara adat KESULTANAN"
YANG (hanya) ADA di MARTAPURA 4.5 5 Ahmad Faisal MAGELI adalah makanan gurih yang disebut sebut juga berasal dari jazirah Arab. Biasa disantap sebagai lauk pada Ketupat Betumis, Lapa...


14 komentar:

  1. belum muncul komen pian Gusti Khairyadi-an

    BalasHapus
  2. kawannya tu katupat batumis, biasa memesan ditempat acil midah di pekauman ulu nyaman banar ulahan sidin, he..he

    BalasHapus
  3. laksa bahintalu di warung hidayah... masih karasaan di ilat

    BalasHapus
  4. Auk ada baisian Mageli atau auk ada --hadirkah maksudnya atau auk ada keinginan makan mageli? penuh praduga imak ni Com ai- tanda bigas banar tua sudah

    BalasHapus
  5. Blog mantap! Informatif & berguna. Makasih.

    BalasHapus
  6. Selamat datang buat "Moses-oyes" d blog kami..dmn jar dpt info bhw wasaka 1 baisi blog?

    BalasHapus
  7. Hehe , kunbal ke http://www.terlakas.com/

    BalasHapus
  8. nang asli mageli ulahan aruah mama kada batepung samasekali ........... kacang wara dan kada mau sidin pakai blender, supaya jangan kaamer (tahantak) jar jadi bagus kembung........... umpat lalulah unda .............

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, bagi resepnya lah pak camat

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.