"KIAMAT" itu PASTI

 

count down kiamat kecil
"KIAMAT" ITU TEPATNYA TAHUN 2017

Pecahnya Bendungan HPM Noor yang dikenal juga dengan Waduk Riam Kanan bukan isapan jempol. Ini berdasar kutipan pernyataan melalui media massa –pilar keempat penegak demokrasi negeri ini; dari Manager PLTA Riam Kanan "KARDOYO". Setahun kita pantau, tak ada langkah apapun yang dilakukan. Bahkan seperti menyiram garam ke lautan-hilang tak beberkas.

Kondisi itu diceritakan Manajer PLTA Riam Kanan Kardoyo kepada Radar Banjarmasin Selasa (17/7/2012) Bendungan Ir P M Noor Riam Kanan Desa Aranio Kecamatan Aranio,akan jebol; Penyumbang energi terbesar di Kalselteng. 20 persen KK di Kalselteng mengadopsi listrik dari tenaga air. Untuk itulah pihak PLTA juga berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga pasokan energi sebanyak 30 Mega Watt itu. bendungan ini  hanya berkonstruksi tanah dan kerikil ini kian terkikis bahan kimia yang larut dalam air.

Dalam wawancara dengan Gubernur Kalimantan Selatan Bapak H. Ruddy Ariffin di ruang tunggu VVIP Bandara Syamsudin Noor Selasa sore tanggal 25 Juli 2012 terungkap penambangan liar di hulu aliran sungai sungai yang berkumpul di Bendungan PM. Noor bukan saja terjadi masalah pada endapan lumpur tapi kandungan logam berat yang mengalir dalam air- menggerogoti badan bendungan; juga  kemudian kita minum - mengendap pada ikan konsumsi kita sehari hari " Untuk kita yang tua dan rapuh, mempercepat penuaaan dan bagi yang muda dalam jangka panjang berakibat buruk" Ungkap beliau lirih.

Isue jebol bendungan inipun pernah muncul karena suara gemuruh yang menggelegar tahun 2006 lalu.Ini sebenarnya peringatan dini bagi kita.

Bila sinyalemen dari pihak berwenang benar dimana telah terjadi endapan lumpur di bendungan PM Noor ini maka volume air yang dapat ditampung makin berkurang karena wadahnya terpakai untuk lumpur juga.

berdasarkan peta rupa bumi dan lampiran SK Menhut 435 tahun 2009 adalah  5.336,482 Ha. Setara dengan 533.648.200 meter persegi.  Sedangkan waduk in dirancang untuk Luas Permukaan Air Waduk : 68 km2. Jadi terdapat selisih pengecilan sebesar 1.5 km persegi.

Kapasitas tampung air Bendungan H.P.M Noor ini lebih kurang 772.000.000 m3 ,

Bila akan dimuat dalam truk tangki pengangkut BBM kapasitas 10.000 liter sebanyak  77.200.000 dibaca "tujuh puluh tujuh juta dua ratus ribu buah trak tangki BBM" Maka bila dijejer semua truk itu panjangnya mencapai 463.200 Km jika diasumsikan truk tanggki dimaksud panjangnya masing masing 6 meter. Jejeran Truk kapasitas 10.000 liter mulai Tanjung Tabalong sampai Batu Licin Tanah Bumbu.

Karena itulah para perancang PLTA Riam Kanan alias Waduk HPM< Noor mempersiapkan dua pelimpas. Berikut kami kutipkan uraian teknisnya;

Bendungan Riam Kanan mempunyai dua pelimpas air (spill way) yang akan bekerja yaitu mengalirkan air, apabila ketinggian air waduk telah mencapai ketinggian tertentu yang melebihi tinggi air normal. Level air tertinggi didesain pada elevasi +60 m (di atas permukaan laut).  Pelimpas pertama merupakan Service spillway dinamai "Morning glory" atau Bunga kecubung, karena bentuknya seperti bunga kecubung, dan akan mengalirkan air apabila ketinggian air mencapai 57 m (elevasi +57 m dari muka laut).  Pelimpas kedua disebut Emergency spillway atau pelimpas dalam keadaan darurat, berupa "natural open spill way", karena akan mengalirkan air dalam kondisi banjir, yaitu bila elevasi waduk mencapai 63 m, (ketinggian puncak bendungan Riam Kanan pada elevasi 66 m). Spillway ini merupakan lahan terbuka di antara dua bukit di sisi kiri danau (bila menghadap ke hilir), dan pengerjaannya dilaksanakan pada tahun 1975, dengan meratakan daerah lembah yang dipilih urugan tanah tanpa dipadatkan sempurna, menjadi elevasi 63 m.   Pelimpas kedua ini akan mudah tergerus air dan terbuka apabila terjadi banjir dan air akan mengalir masuk ke sungai Aranio (anak sungai Riam Kanan) yang selanjutnya bermuara pada sungai Riam Kanan, jauh dihilir bendungan Riam Kanan.  Pelimpas ini dibuat agar bendungan Riam Kanan tidak jebol pada saat permukaan air melebihi ketinggian muka air banjir (elevasi 63 m) sehingga bencana di daerah hilir dapat dicegah.

Ayam Mati di Lumbung Padi" Listrik dikirim ke kota (Banjarmasin, Martapura dan Banjarbaru) melewati Gardu Induk Cempaka tapi disana gelap gulita. Meskipun mereka akan sangat bersemangat menceritakan tokoh tokoh yang "terdampar" di Jakarta dalam upaya mencari keadilan dari proses ganti rugi lahan. Hal ini menjadi penting untuk kembali dicermati karena hampir setiap hari TV menyiarkan konplik lama soal lahan terutama perkebunan. Ini menjadi mahapenting bila proses jebolnya waduk ini jangan sampai dikambing hitamkan pada penerus "penderita".

Ketika Waduk Riam Kanan Jebol air jatuh dengan kecepatan nol. Diperlukan waktu untuk mencapai dasar Sungai Riam Kanan adalah 3, 19 sekon (detik). Maka pada detik kedua kecepatan 35 km/Jam pada detik ketiga menjadi 70km/jam. Ketika mencapai dasar Sungai Riam Kanan kecepatan air waduk menjadi 105 km/jam.

Dengan asumsi gaya gesek yang berarti pengereman senilai 5 km/jam sebagai akibat adanya batu batuan, keramba, jembatan dan jamban, maka dkecepatan 100 km/jam bencana mengancam sepanjang aliran sungai Riam Kanan. Buka karena kecepatannya saja tapi oleh banyaknya kiriman air. Seperti Tsunami?

PLN sebagai user dan pengambil manfaat (baca; keuntungan?) langsung dari keberadaan Waduk Riam Kanan berencana mengambil lumpur yang mengendap. Manajer PLTA Riam Kanan Kardoyo berkata "Kita sudah mengusulkan ke wilayah untuk penyedotan lumpur di sekitar bendungan dengan anggaran miliaran rupiah. Pasalnya jika tidak disedot dikhawatirkan lumpur semakin banyak masuk ke dalam intake dan menghancurkan turbin,"

Meski jelas sangat opurtunis (pertimbangan lebih pada keuntungan sesaat-segera) namun menawarkan langkah pragmatis. Perhatikan prasa berikut "untuk penyedotan lumpur di sekitar bendungan dengan anggaran miliaran rupiah"

Dengan modal penafsiran citra Satelit (allos?). Maka dapat lebih mudah dipahami bahwa kecepatan air menerjang dari bendungan ke arah Martapura akan meliwati Kecamatan Karang Intan, menghantam Kecamatan Astambul lalu menyebar ke Kecamatan Mataraman dan Kecamatan Cintapuri Darussalam (bagian kecamatan Simpang Empat). Semua kecamatan Martapura; Kota, Barat dan Timur adalah terdampak total. Kecamantan Sungai Tabuk dan sebagian Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar.

Dikota Banjarbaru akan terdampak justeru karena adanya Saluran Irigasi pada Kecamatan Banjarbaru Kota, dan Landasan Ulin.

Di Kabupaten Barito Kuala, kecamatan yang paling terkena adalah Mandastana dan Jejangkit. Sedangkan Banjarmasin hampir seluruhnya terkena walau pada tingkat lebih aman.

Nampaknya perlu dilakukan telaahan AMDAL sekarang!!! Dasar Hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah Tahun 1999 no 27. Tentu saja manakala Waduk PLTA Riam Kanan dibuat belum ada kebutuhan akan AMDAL ini.

Pambakal Tiwingan Lama, H. M. Aidi Gazoli kita jadikan saksi akan kehadiran lumpur yang mengancam Bendungan  Riam Kanan ini. Kami, kedua penulis mengulang ulang beberapa pertanyaan seputar lumpur ini. "Sekarang lah saatnya untuk melihat dan merasakan langsung bahwa lumpur itu benar benar banyak" ujarnya.

"Tahun 1973 bendungan di resmikan, pada tahun 82 kelotok tidak dapat lagi masuk ke teluk" katanya menjelaskan bahwa Sembilan tahun operasional lumpur sudah member peringatan melalui kelotok yang tak bisa masuk teluk saat musim kemarau.

Maka tidak berlebihan bila sebuah tim peneliti melalui "sounding" kata Pak Aidi, menyimpulkan harus segera mengambil lumpur setelah 39 tahun beropersi. "Ini, saat ini datang dan lihat" tantangnya.

Soal rencana  penyedotan lumpur di sekitar bendungan, informan kita M. Arsad membisikan bahwa tidak tahun ini. "Ada lembaga lain yang mengatakan bahwa lumpur yang ada tidak pada level mengkhawatirkan"
"KIAMAT" itu PASTI 4.5 5 Ahmad Faisal " KIAMAT " ITU TEPATNYA TAHUN 2017 Pecahnya Bendungan HPM Noor yang dikenal juga dengan Waduk Riam Kanan bukan isapan jempol...


8 komentar:

  1. Perlu kajian komprehensip..bl bujur, nyaman auk siap2 bw kamera..utk liputan dg judul blog :"Riam Kanan Terjadi Tsunamai"..ky p eR..?

    BalasHapus
  2. ini jangan boleh "bujur". Diperlukan tindakan akan kada jadi. Bila ini ada info yang sengaja disembunyikan, itu mengabaikan UU Keterbukaan Informasi. Apalagi menyangkut NYAWA Manusia

    BalasHapus
  3. bahamburan nam iwak

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin "Naga Tauman" bisa jadi bekunjangan

      Hapus
  4. adalah tindakan dr pemerintah daerah bang faisal buat menanggulangi masalah lumpur ne?

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.