Episode Jingga Politik Ramadhan

 

Postingan ini dicopy dari weblog ask, sehingga bila ada tulisan nama tersebut harap maklum.  Judul aslinya adalah : Episode Politik Bulan Ramadhan.  Judul di atas terinspirasi lagu SAS berjudul episode jingga..Selamat membaca...

Sobat Weblog Ask yang baik hatinya...Bulan ramadhan kali ini ternyata sangat berbeda dengan bulan-bulan puasa sebelumnya.  Berbeda, karena banyak politikus-politikus kita tiba-tiba banyak memakai peci (kopiah) lengkap dengan baju koko seperti mau shalat. Hal itu dapat dilihat dari media televisi maupun media lainnya. Melihat kenyataan itu tentu membuat kita orang-orang pinggiran (termasuk blogger kaya weblog ask...haaaaa) sangat senang dan bahagia melihat saudara kita anggota dewan tersebut berubah. Tentunya perubahan tersebut masih kita lihat dari penampilannya saja walau belum tindakan nyata dari wakil kita di Rumah Rakyat tersebut.  Kita saat ramadhan ini sering melihat "wakil kita" muncul mewakili "daerah kita".  Padahal "wakil kita" tersebut "kebetulan" ortunya lahir atau pernah jadi pejabat di daerah kita.  Sehingga "wakil kita" tersebut "jarang" bahkan "tidak pernah" ketemu "di alam nyata". Rasanya "mereka itu begitu jauh". Mereka kebanyakan menghabiskan waktunya "di daerah" orang-orang kota alias Jakarta....(kok jadi sedih..Semangat yuk !).  Lanjut yach...

Sudah bisa diprediksi memang, bulan Ramadhan kali ini akan menjadi starting point para wakil rakyat ataupun calon wakil rakyat untuk mencari simpatik pendukungnya demi keperluan pemilu 2014 nanti, tidak terkecuali pilpres mendatang.  Terasa sekali ditiup-tiupkan oleh beberapa pihak, misalnya Jokowi yang isunya akan jadi capres 2014.  Memang sosok Jokowi diharapkan menjadi satrya piningit yang akan menyelamatkan Indonesia.  Saran ya...kalo bisa Jokowi jangat ikut pilpres, walaupun ikut disarankan jadi wakil saja dulu..percaya dech...kok ngelantur yach...haaaaa.

Kita kembali ke topik tentang Episode Politik Bulan Ramadhan.  Sebenarnya rakyat sudah pintar (bukan "sudah mulai pintar") dan bisa membaca gerak-gerik calon wakilnya atau pemimpinnya, sehingga sekarang apapun yang dilakukan oleh "mereka" tidak akan mempernggaruhinya.  Yang dibutuhkan rakyat sekarang adalah tindakan tulus dan ikhlas yang pro dengan kepentingan rakyat banyak, bukan untuk "rakyat" pendukungnya saja.  Maaf, dimata rakyat sekarang, anggota dewan dianggap tidak ada bedanya para preman yang mempunyai nafsu serakah dan tidak mempunyai visi dan misi kerakyatan.  Sekali lagi, saatnya calon yang akan "bertanding" belajar dari profile Jokowi, kenapa setiap voting untuk pilpres yang bersangkutan mendapat tempat di hati rakyat.  Dan satu catatan penting adalah : bila calon wakil rakyat atau pemimpin yang mempunyai masa lalu kotor dan belum bisa berubah, maka siap-siap jadi sapi perahan orang-orang tertentu, bahkan bisa jadi santapan lawan politik.  Mumpung ramadhan, jadikanlah moment yang tepat untuk berubah kearah yang baik, sehingga nantinya bermanfaat bagi rakyat.  Jadi..so..apakah ada alasan lagi untuk berubah dengan dalih mencari moment yang tepat ? Padahal Moment tersebut sudah ada di depan kita dan moment tersebut bernama RAMADHAN ! Semoga postingan ini bermanfaat.  Jayalah Indonesia.
Episode Jingga Politik Ramadhan 4.5 5 Agus Mincom Postingan ini dicopy dari weblog ask, sehingga bila ada tulisan nama tersebut harap maklum.  Judul aslinya adalah : Episode Politik Bulan ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.