Tas Punggung itu Hak Intelektual Dayak Borneo

Ransel terinspirasi dari BUTAH alias Anjat, bin Buya bin Kindai Bin lanjung Bin Tengkalang
Butah in Action; usefull
Hak Paten untuk tas punggung atau ransel sepatutnya diserahkan kepada suku Dayak di Borneo. Karena sudah lama mereka mengkreasikan tas punggung tersebut dari berbagai bahan, khususnya dari bahan alamiah. Ada butah, Anjat,, Buya, Kindai, Lanjung dan Tengkalang.
Nama nama akan tas punggung ini berasal dari semua suku dayak di Borneo dengan ukuran, motiv, dan bahan tambahan tas punggung yang berbeda. Perhatikan kutipan dari berbagai sumber yang membuktikan hal tersebut, jadi bukan sekadar Claim alias pengakuan meng-ada-ada.
suku Dayak di Kalimantan juga pandai membuat tas punggung dari rotan. Warga Dayak pedalaman biasanya menyebutnya dengan Butah. Sebuah tas bermotif etnik yang biasanya mereka gunakan untuk mengangkut hasil kebun dan hutan
Suku Dayak Iban adalah salah satu rumpun suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat, Sarawak, dan Brunei.  Dayak Sub Iban ini juga dikenal dengan Dayak Laut. Sementara para suami mencari ikan, para istri menganyam tikar dan tas punggung tinggi
Dayak Ngaju dan Manyan di Kalimantan Tengah juga menggunakan tas punggung
Dayak Benuaq sendiri adalah salah satu kelompok dari sekian banyak sub suku yang ada dalam silsilah orang Dayak. Mereka tersebar di beberapa kampung di tepi Sungai Kedang Pahu, anak Sungai Mahakam. Secara kepamongprajaan termasuk ke dalam Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur. Kampung-kampung tersebut meliputi Dasaq, Tembisak, Jerang Dayaq, dan Peninggir. Katolik misalnya, adalah seorang Benuaq. Di lain sisi seseorang muslim disebut dengan Pahu.
maka beliau segera memulai pekerjaannya sebagai pembuat anjat. Menurut beliau, keterampilan membuat anjat ini diperolehnya dengan cara melihat bagaiman orang lain membuat anjat. Aneka macam ukuran anjat yang dibuatnya. Mulai dari tas kecil seukuran tas pinggang yang selalu disandang oleh Ariel, sang vokalis Peter Pan itu, ketika manggung, sampai ke tas punggung dengan ukuran sebesar tas punggung mahasiswi/a.

14 komentar:

  1. yu! daftarakan hak patennya baimbai lawan futsal aw1

    BalasHapus
  2. Harau nah..byk sakalinya ampun kita diambil urang

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini baluman pang, tapi mun dikalim Malaysia, kada papa,

      Hapus
  3. coba perhatikan motiv pada gambar Butah.

    BalasHapus
  4. Ada apa dengan motif bapak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. motiv hiasan berbeda beda, tapi tetap butah

      Hapus
  5. Coba sarankan.. para desainer "butah" untuk bikin tas NB.. kayanya bagus tuh!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..bisa jua lah.. tapi bisa jua tas gasan laptop pa ai.

      Hapus
  6. motiv hiasan berbeda beda, tapi tetap butah

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.