Banjarmasin-Danau Salak : Sebuah Pembuktian Cita-Cita (Series 2 - Tamat)

 

Jam menunjukan pukul 9:00 wite, namun Mas Beben belum juga dapat dihubungi. Kebetulan kami sudah berada di pintu gerbang km.6 menuju arah ke luar kota (baca : menuju kebun). Sekitar pukul 9:15 Wite, kami menerima info dari mas Beben bahwa dia tidak bisa ikut karena sesuatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Akhirnya kami (Mincom, EeR dan Pasukan Mincom) meluncur menuju Banjarbaru untuk menjemput Mas Fahmi dan Mas Pansyah. Dari rumah Mas Fahmi kami menuju Martapura karena sudah janji dengan yang punya kebun untuk bertemu di depan Masjid Al Koromah Martapura.

Tak lama menunggu, bos penurihan pun tiba dan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Danau Salak. Selama perjalanan terjadi beberapa kali mobil berhenti untuk memesan bekal, termasuk untuk menuntun "pengunjung" yang belum tahu tempat pesta kebun berada.

Aksesibilitas. Banjarmasin - Danau Salak kami tempuh menggunakan kendaraan beroda 4 dgn waktu +/- 1,5 jam. Topografi kebun relatif datar bergelombang ringan dengan tumbuhan (vegetasi) yang dominan karet (ya iyalah), ilalang dan tanaman/pohon buah2an. Jalan sudah ada pengerasan walau tidak semuanya diaspal. Menuju dan Sekitar kebun terdapat kehidupan seperti layaknya perusahaan perkebunan lainnya. Kami tiba di kebun sekitar pukul 12.00 siang. Di kebun terdapat rumah (pondok) dan kamar kecil (Toilet) yang letaknya diluar rumah (pondok).
kami langsung melihat-lihat ke dalam kebun yang dipandu oleh bos penurihan. Kami pun langsung melihat hasil latek yang baru dipanen....wah..wah..benar-benar cair.....

Ada rasa bangga melihat kebun karetnya bos penurihan Mas Faisal. Kenapa Bangga? Karena mas Faisal sudah membuktikan kepada Negara dan Bangsa Indonesia juga dunia, bahwa ia bisa tidak menjadi karyawan, tapi bisa menjadi petani sekaligus "Pekebun". Ada kata2 yang dijadikan lelucon namun perlu mendapat perenungan seperti yang disampaikan mas Faisal yaitu : aku baru dikatakan pintar oleh abahku setelah beliau melihat pohon karet sudah bisa tumbuh besar dan menghasilkan...dan Sebuah Pembuktian Cita-cita sudah terjadi di tanah Danau Salak...
Asal tahu aja, dulu sewaktu masih kuliah mas Faisal pernah mendapat tawaran koran ternama untuk magang (ditolak), kemudian mas Faisal pernah menjabat Sekjen Sylva Indonesia dan banyak lagi jabatan lokal termasuk Pendiri koran kampus. Sampai berita ini diturunkan Mas Faisal masih sebagai pejabat di KPU Kabupaten Banjar.
Oke bos..god luck..N happy birthday (sorry agak terlambat)..sukses selalu..tirms atas makan-makannya..kalo bisa sering2 kada papa..haaaaaaaaaaa...
Kapan ya kita punya "kebun" ?
Banjarmasin-Danau Salak : Sebuah Pembuktian Cita-Cita (Series 2 - Tamat) 4.5 5 Agus Mincom Jam menunjukan pukul 9:00 wite, namun Mas Beben belum juga dapat dihubungi. Kebetulan kami sudah berada di pintu gerbang km.6 menuju arah ke...


7 komentar:

  1. Sorri tatinggal..luas kebunnya brp ya bos?

    BalasHapus
  2. Mantap posting tengah malam terindah. Luas kebun kada penting, yang penting kapan pesta kebun berikutnya? :)

    BalasHapus
  3. Bah Mincom, nang kaya makan nasi goreng hj Basori di pasar BJB aja, lagi nyaman2nya habis sakalinya, lain pang nasi goreng Pengoh itu kanyang banar, he..he. Bisa banar sidin barantan rahatan nyaman. Mantap nang bakisah, jua nang dikisahakan. Selanjutnya kaya pa ... Dan sorang merasa masih ada'sesuatu' yg belum tuntas disampaikan oleh Bos Panurihan. Perlu ada pertemuan lanjutan Ulun kira, kyapa?

    BalasHapus
  4. Kira minimal 4 serie kalinya tamat. Pertemuan lanjutannya kita tunggu pulang

    BalasHapus
  5. mohon do'a agar bermanfaat bagi banyak orang

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.