Kepalkan Tangan dan sambut salam "Hidup Nuklir"

 

NUKLIR UNTUK KEHIDUPAN

Bertemu dan bersilaturahim dengan seorang Menteri pada Kabinet SBY jilid II memang punya harkat dan memunculkan maruah tersendiri. Mengambil Tempat di kampus (ter)Baru Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Sabtu tanggal 19 Mei 2012-sehari menjelang kebangkitan Nasional. Civitas Akademika Plus mengikuti acara sosialisasi dari Menteri Riset dan Teknologi Prof. DR. H. Gusti Muhammad Hatta.

Halaman depan  Kampus Fahutan yang rindang dan biasa lengang, hari ini meriah.

Dalam penjelasnya Menristek memaparkan bahwa terdapat tujuh(7) lembaga atau badan yang menjadi tanggungjawabnya. BPPT, LIPI  dan BATAN. Bahwa empat lainnya kita tidak sempat mencatat dengan baik.

sebagai tuan rumah sekaligus pernah kuliah di Fahutan lebih kurang setahun .

Bapak Menteri menerangkan bahwa Badan Tenaga Nuklir adalah pokok sosialisasi yang dihadiri juga para alumni Fakultas Kehutanan. Beberapa Alumnus yang menonjol antara lain adalah Bapak  Bupati Kapuas ; Mawardi dan wakil walikota Banjarbaru mungkin

nuklir tidaklah melulu urusan energy dan bom (senjata-pertahanan). Tapi juga kesejahteraan dalam pengertian luas. Terdapat didalamnya adalah kesehatan. Bahkan menurut beliau PUSKESMAS (pusat kesehatan masyarakat) level terendah dalam pelayanan kesehatan sudah menggunakan nuklir "karenanya Puskesmas juga di awasi" oleh pengawas pemakaian nuklir.

Selanjutnya sosialisasi nuklir juga berupaya menjawab keraguan bahwa iNdonesia tidak mampu menggunakan nuklir secara aman. "Kitapun Bisa"

Hidup Nuklir---- angkat tangan kanan dengan jari tergemgam lalu acungkan membentuk siku . Hidup Nuklir. Hidup Nuklir.

Acara yang dimulai sekitar pukul 10.35 menit itu berakhir dengan sesi photo bersama pada jam 13.40 WITA.

 

Kepalkan Tangan dan sambut salam "Hidup Nuklir" 4.5 5 Ahmad Faisal NUKLIR UNTUK KEHIDUPAN Bertemu dan bersilaturahim dengan seorang Menteri pada Kabinet SBY jilid II memang punya harkat dan memuncul...


5 komentar:

  1. mungkin (apakah) perlu dicarikan "istilah" lain (yang lebih ramah) untuk nuklir..

    BalasHapus
  2. ayo kita coba ganti dengan tenaga INTI

    BalasHapus

Mohon komentarnya dengan bahasa yang sopan, terima kasih atas kunjungannya.